Rabu, 08 Desember 2010

Inilah Alasan Assange Bocorkan Rahasia


MELBOURNE, KOMPAS.com Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, melakukan pembelaan terkait penerbitan dokumen-dokumen rahasia AS dalam sebuah editorial harian The Australian yang diterbitkan secara online, Rabu (8/12/2010) pagi. Julian Assange adalah seorang aktivis internet dan jurnalis asal Australia, sebelum dia berada di Wikileaks, pria kelahiran 3 Juli 1971 ini adalah seorang siswa matematika dan fisika yang bekerja sebagai programmer. Di tahun 2006 dia memfokuskan diri di Wikileaks untuk membesarkannya. Dia terlibat dalam publikasi dokumen tentang pembunuhan tak tersentuh di Kenya, selain itu dia juga mempublikasikan pembuangan limbah beracun ke pantai Afrika, disusul publikasi manual church of Scientology, prosedur Teluk Guantanamo, dan material - material yang melibatkan bank - bank besar seperti Kaupthing dan Julius Baer. Dan yang paling menghebohkan adalah mengenai pempublikasian dokumen atau rahasia penting dari negara - negara seperti Amerika, Inggris, Australia dan negara lainnya termasuk Indonesia. Pempublikasian tersebut dilakukan pada minggu terakhir bulan November dan awal Desember 2010.

Assange menulis, WikiLeaks sedang menjalankan sebuah misi penting, yaitu, "Memublikasikan fakta-fakta yang perlu diketahui publik tanpa rasa takut. Masyarakat demokratis membutuhkan media yang kuat dan WikiLeaks merupakan bagian dari media," tulisnya sebagaimana dikutip CNN. "Media membantu dalam menjaga pemerintah untuk (tetap) jujur. WikiLeaks telah menelanjangi beberapa kebenaran tentang perang Irak dan Afganistan serta membongkar cerita tentang korupsi korporasi."

Assange, warga Australia, berpendapat, "WikiLeaks pantas mendapat perlindungan, bukan ancaman dan serangan serta kecaman keras dari Pemerintah Australia. "Kami underdog," tulisnya. "Pemerintah (Perdana Menteri Julia) Gillard sedang mencoba untuk menembak si pembawa pesan karena tidak ingin kebenaran itu terungkap, termasuk informasi tentang masalah-masalah diplomatik dan deal-deal politiknya. Apakah ada tanggapan dari Pemerintah Australia terkait sejumlah ancaman terbuka terhadap saya dan personel WikiLeaks lainnya? Orang mungkin menyangka, seorang perdana menteri Australia akan membela seorang warganya terhadap hal-hal semacam itu. Yang ada hanyalah klaim tak penting yang sepenuhnya tidak berdasar."

Assange dituduh melakukan kekerasan seksual dan pemaksaan melanggar hukum di Swedia. Dia sekarang berada dalam penjara di London, Inggris, sambil menunggu keputusan pengadilan tentang ekstradisinya ke bangsa Skandinavia itu. Ia ditahan setelah menyerahkan diri di kantor polisi London.

Assange mengatakan, pembocoran dokumen tentang perang Afganistan dan Irak tidak termasuk menentang semua jenis perang. "Orang-orang bilang saya anti-perang. Harap dicatat, saya tidak (anti-perang)," katanya. "Kadang-kadang, bangsa-bangsa perlu pergi berperang dan ada perang-perang yang adil. Namun, tidak ada yang lebih buruk daripada pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya tentang perang-perang itu, lalu meminta warga yang sama untuk mempertaruhkan nyawa mereka dan pajak mereka pada rangkaian kebohongan itu. Jika sebuah perang dibenarkan, maka katakan yang sebenarnya dan biarakan orang-orang memutuskan apakah akan mendukungnya."

Pemimpin redaksi WikiLeaks itu menyalahkan politisi Australia yang bergabung dengan Departemen Luar Negeri AS ketika menyatakan bahwa bocoran dokumen itu mengancam nyawa, membahayakan hidup para tentara dan keamanan nasional, lalu pada saat bersamaan mengatakan bahwa "tidak ada yang penting" dalam publikasi WikiLeaks itu. "Itu tidak bisa keduanya," katanya. "WikiLeaks memiliki sejarah penerbitan selama empat tahun. Selama waktu itu, kami telah mengubah semua pemerintah, tetapi tidak seorang pun, sejauh yang disadari, telah dirugikan. Namun, AS, dengan keterlibatan Australia, telah menewaskan ribuan orang hanya dalam beberapa bulan terakhir."

Assange mengatakan, dokumen yang dibocorkan WikiLeaks telah diterbitkan oleh setidaknya empat media publikasi utama dunia: The New York Times (AS), El Pais (Spanyol), The Guardian (Inggris), dan Der Spiegel (Jerman). Namun ia bertanya-tanya, mengapa hanya organisasinya, WikiLeaks, yang menghadapi serangan paling ganas dan tuduhan dari Pemerintah AS dan para sekutunya.


so, siapa yang benar dan salah mengenai hal ini disatu sisi ada benarnya mempublikasikan hal tersebut kepada masyarakat mengenai kejahatan yang dilakukan oleh pemimpin - pemimpin suatu negara sehingga merugikan penduduknya sendiri dan negara lainnya, tetapi disatu sisi lainnya dapat membahayakan keamanan suatu negara dari suatu bentuk teroris karena didalam dokumen tersebut banyak terdapat dokumen yang berisi aset - aset penting dari suatu negara yang patut diwaspadai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar